Browsing articles in "kata Indonesia"

Klasifikasi Subsektor Industri Kreatif

May 30, 2012   //   by bepe   //   Blog, kata Indonesia  //  No Comments

Berbeda dengan karakteristik industri pada umumnya, Industri Kreatif merupakan kelompok industri yang terdiri dari berbagai jenis industri yang masing-masing memiliki keterkaitan dalam proses pengeksploitasian ide atau kekayaan intelektual (intellectual property) menjadi nilai ekonomi tinggi yang dapat menciptakan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan. Berdasarkan hasil studi, Negara Inggris mengelompokkan Industri Kreatifnya kedalam 13 sektor (Advertising; Architecture; Art & Antiques Markets; Craft; Design; Designer Fashion; Film & Video; Interactive Leisure Software; Music; Performing Arts; Publishing; Software & Computer Services; Television and Radio). Mengadopsi pengklasifikasian tersebut dan didasari dengan beberapa pertimbangan, maka Indonesia mengelompokkan Industri Kreatifnya kedalam 14 kelompok industri (subsektor), seperti yang terlihat dibawah ini.

 

Klasifikasi subsektor:

  1. Arsitektur
  2. Desain
  3. Fesyen
  4. Film, Video, dan Fotografi
  5. Kerajinan
  6. Layanan Komputer dan Piranti Lunak
  7. Musik
  8. Pasar Barang Seni
  9. Penerbitan dan Percetakan
  10. Periklanan
  11. Permainan Interaktif
  12. Riset & Pengembangan
  13. Seni Pertunjukan
  14. Televisi dan Radio

 

Penjelasan:

Arsitektur

Industri Kreatif kelompok Arsitektur adalah kegiatan kreatif yang berkaitan dengan jasa desain bangunan secara menyeluruh baik dari level makro (perencanaan kota, urban design, arsitektur lanskap) sampai dengan level mikro (detail konstruksi), misalnya: arsitektur taman, perencanaan biaya konstruksi, konservasi bangunan warisan, pengawasan konstruksi, perencanaan kota, konsultasi kegiatan teknik, dan rekayasa seperti bangunan sipil dan rekayasa mekanika dan elektrikal.

Lapangan usaha yang merupakan bagian dari kelompok industri arsitektur mencakup jasa konsultasi arsitek (seperti: desain bangunan, pengawasan konstruksi, perencanaan kota, dan sebagainya) dan konsultansi kegiatan teknik dan rekayasa seperti rekayasa bangunan sipil dan rekayasa lalu lintas.

Desain

Industri Kreatif kelompok Desain adalah kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain grafis, desain interior, desain produk, desain industri, konsultasi identitas perusahaan dan jasa riset pemasaran serta produksi kemasan dan jasa pengepakan.

Lapangan usaha yang merupakan bagian dari kelompok industri desain yaitu:

  1. Industri Kemasan dan Kotak dari Kertas dan Karton yang mencakup pembuatan segala macam kemasan dan kotak dari kertas/karton yang digunakan untuk pembungkus/pengepakan, pembuatan kotak untuk rokok dan barang-barang lainnya;
  2. Jasa Riset Pemasaran yang mencakup usaha penelitian potensi pasar, penerimaan produk di pasar, kebiasaan dan tingkah laku konsumen, dalam kaitannya dengan promosi penjualan dan pengembangan produk baru;
  3. Jasa Pengepakan yang mencakup usaha jasa pengepakan atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak serta kegiatan pengalengan, pembotolan, pelabelan, pembungkusan kado, dan sejenisnya.
  4. Jasa perusahaan lainnya yang mencakup jasa stenografi, pelelangan, penerjemah, dan lainnya.

Fashion

Creative Industry on Fashion Group are activities associated with the creation of clothes design, footwear design, and other fashion accessory design, fashion production and its accessories, line consulting of fashion products, and distribution of fashion products.
Business field which is part of the fashion industry groups, namely:

  1. Industry of knitted ready made clothes that includes business on ready made clothes production, which also includes hats made by woven or lace;
  2. Knitted socks industry including socks-production business that is made by knitting or lace;
  3. Other knitted goods industrial that includes manufacturing of knitted goods, such as light shirt, deker, headbands;
  4. Clothes Manufacture of Textile and its equipment which includes business of textile fabrics ready made clothes production and its equipments by cutting and sewing, so ready to wear, such as shirts, kebaya, trousers, blouses, skirts, baby clothes, dance and sports wear, hats, tie, gloves, mukena, scarves, veils, belts, and handkerchiefs, both from woven and knitted sewn fabrics;
  5. Ready made clothes industrial (convection) and equipment from the leather covering the apparel manufacturing business of leather or imitation leather and equipment, by cutting and sewing, so ready to use as a jacket, coat, vest, pants and skirts, hats, gloves, belts ;
  6. Ready made clothes industrial/Made Goods from the fur and or accessories including garment-making business / leather goods and fur or equipment, such as fur coats;
  7. Footwear industry to everyday uses including footwear manufacturing business, daily use of leather and imitated leather, rubber, and wood kanfas, such as daily shoes, casual shoes, shoes sandals, sandals, clogs, and slippers. Besides, it also includes making business parts of footwear, such as sole boss in, outer soles, the front lasing, middle, back, lining and accessories;
  8. Sports shoes industry including shoes production business for sports made of leather and imitated leather, rubber and canvas; such as soccer shoes, athletics, gymnastics, jogging, ballet;
  9. Industrial of Field Engineering Shoes/Industrial Needs which includes shoe-making, including making the parts of shoes for field engineering/industry that made of leather, imitated leather, rubber, and plastics such as shoes for chemical resistant, heat resistant, safety shoes;
  10. Other Footwear industries including footwear manufacturing business of leather,imitated leather, rubber, canvas and plastic that does not include any groups, such as health shoes and other footwear such as shoes from gedebog, and water hyacinth;
  11. Big Trade Textiles, Made Clothes, and the Leather covering a large trade of textiles and garment to abroad, such as: all kinds of textiles, made clothes, batik, ropes, carpets / rugs of textile materials, bags, all kinds of knitting, and other made goods from textiles except made clothes;
  12. The Big Trade of Goods and Other Household Supplies. This group includes a large variety of trade goods and other household goods related to fashion such as: leather garment and leather footwear;
  13. Textile Retail business which includes a special retail trade of all kinds of batik clothes made from natural fibers, synthetic, or mixtures, such as woven cloth and batik clothes;
  14. Retail of Ready Made Clothes that covers specific retail trade for all kinds of made wear of textile, leather, or imitated leather, such as shirts, pants, jacket, coat, pajamas, kebaya, etc.;
  15. Retail Shoes, Sandals and other Footwear that includes special kinds of retailing business on varieties of shoes, sandals, slippers, and other footwear made of leather, imitated leather, plastic, rubber, cloth or wood, such as: men’s shoes, children shoes, sports shoes, shoes sandals, sandals, slippers, and medical shoes;
  16. Retail Textiles, Made Clothes, Footwear and other Personal Purposes Goods including special retail trade of textile made clothes, footwear and other personal belongings that have not been included in the groups 52,321 s / d 52,328 such as tablecloths, bed clothes, mosquito nets, mattress fabric, fabric cushions, curtains, mops, mats, and so forth;
  17. Export Trade Textile, Made Clothing and Leather that covers the business of exporting industrial textile and made clothes production, such as: all kinds of textiles, made clothes, batik cloth, ropes, carpets / rugs of textile materials, bags, all kinds of knitting , and other made goods of textiles except of made clothing;
  18. Trade Exports of goods and other household goods covering exporting business of variety of goods and other household goods related to fashion such as: leather garment, leather footwear;
  19. Individual services that are not classified in the Other Place, especially for services of fashion designer and fashion model.

Film, Video, dan Fotografi

Industri Kreatif kelompok Film, Video, dan Fotografi adalah kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi produksi video, film, dan jasa fotografi, serta distribusi rekaman video dan film. Termasuk di dalamnya penulisan naskah, dubbing film, sinematografi, sinetron, dan eksibisi film.

Lapangan usaha yang merupakan bagian dari kelompok industri film, video, dan fotografi yaitu:

  1. Reproduksi Film dan Video: reproduksi (rekaman ulang) gambar film dan video yang mencakup usaha reproduksi (rekaman ulang) gambar film dan video;
  2. Produksi dan distribusi film, serta video oleh Pemerintah yang mencakup usaha pembuatan dan pendistribusian film dan video untuk pertunjukkan yang dikelola oleh pemerintah termasuk editing, cutting, dubbing, titling film atas dasar balas jasa juga usaha pembuatan film untuk televisi dan jasa pengiriman film dan agen pembukuan film;
  3. Produksi dan distribusi film, serta video oleh swasta yang mencakup usaha pembuatan dan pendistribusian film dan video untuk pertunjukkan yang dikelola oleh swasta termasuk editing, cutting, dubbing, titling film atas dasar balas jasa juga usaha pembuatan film untuk televisi dan jasa pengiriman film dan agen pembukuan film;
  4. Kegiatan Bioskop yang mencakup usaha penyewaan film atau video tape dan penyelenggaraan usaha bioskop yang dikelola baik oleh pemerintah atau swasta;
  5. Jasa Fotografi yang mencakup usaha jasa pemotretan, baik untuk perorangan atau kepentingan bisnis, termasuk pula pemrosesan dan pencetakan hasil pemotretan tersebut. Termasuk pula usaha jasa pemotretan dari udara (aerial photography), dan jasa pemotretan yang dioperasikan oleh mesin.

Kerajinan

Industri Kreatif Kelompok Kerajinan adalah kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi, dan distribusi produk yang dibuat dihasilkan oleh tenaga pengrajin yang berawal dari desain awal sampai dengan proses penyelesaian produknya, antara lain meliputi barang kerajinan yang terbuat dari: batu berharga, serat alam maupun buatan, kulit, rotan, bambu, kayu, logam (emas, perak, tembaga, perunggu, besi), kayu, kaca, porselin, kain, marmer, tanah liat, dan kapur.

Produk kerajinan pada umumnya hanya diproduksi dalam jumlah yang relatif kecil (bukan produksi massal). Volume produksi yang dapat dihasilkan oleh kelompok industri kerajinan ini, sangat bergantung pada jumlah dan keahlian tenaga pengrajin yang tersedia, sehingga kelompok industri ini dapat dikategorikan sebagai industri padat karya.

Layanan Komputer dan Piranti Lunak

Industri Kreatif kelompok Layanan Komputer dan Piranti Lunak meliputi kegiatan kreatif yang terkait dengan pengembangan teknologi informasi termasuk jasa layanan komputer, pengembangan piranti lunak, integrasi sistem, desain dan analisis sistem, desain arsitektur piranti lunak, desain prasarana piranti lunak dan piranti keras, serta desain portal.

Lapangan usaha yang merupakan bagian dari kelompok industri kelompok layanan komputer dan piranti lunak yaitu:

  1. Jasa Portal yang mencakup usaha jasa pelayanan yang menyediakan akses ke gerbang utama dari pusat enterprise knowledgeyang merupakan hasil dari pengolahan data dan informasi, sehingga dapat digunakan sebagai bahan dalam pengambilan keputusan. Fasilitas yang disediakan misal: fasilitas untuk melakukan e-mail, searching, chatting, akses keberbagai sumberdaya (resources);
  2. Jasa Multimedia Lainnya;
  3. Jasa Konsultasi Piranti Keras (Hardware Consulting) yang mencakup usaha jasa konsultasi tentang tipe dan konfigurasi dari piranti keras komputer dengan atau tanpa dikaitkan dengan aplikasi piranti lunak. Konsultasi biasanya menyangkut analisis kebutuhan pengguna komputer dan permasalahannya, serta memberikan jalan keluar yang terbaik;
  4. Jasa Konsultasi Piranti Lunak yang mencakup usaha jasa konsultasi yang berkaitan dengan analisis, desain, dan pemrograman dari sistem yang siap pakai. Kegiatan ini biasanya menyangkut analisis kebutuhan pengguna komputer dan permasalahannya, pemecahan permasalahan, dan membuat piranti lunak berkaitan dengan pemecahan masalah tersebut, serta penulisan program sederhana sesuai kebutuhan pengguna komputer;
  5. Pengolahan Data yang mencakup jasa untuk pengolahan dan tabulasi semua jenis data. Kegiatan ini bisa meliputi keseluruhan tahap pengolahan dan penulisan laporan dari data yang disediakan pelanggan, atau hanya sebagian dari tahapan pengolahan;
  6. Jasa Kegiatan Database yang mencakup usaha jasa pelayanan yang berkaitan dengan pengembangan data base, penyimpanan data, dan penyediaan data base dari berbagai jenis data (seperti: data keuangan, statistik, ekonomi, atau teknis). Data dapat diakses oleh setiap orang yang memerlukan atau oleh sekelompok pengguna data;
  7. Perawatan dan Reparasi Mesin-Mesin Kantor, Akuntansi, dan Komputer yang mencakup usaha jasa perawatan dan reparasi, mesin kantor, mesin akuntansi, komputer, mesin ketik, dan perlengkapan;
  8. Kegiatan Lain yang Berkaitan dengan Komputer.

Beberapa kegiatan kunci yang termasuk dalam kelompok ini antara lain adalah pengembangan manajemen sistem informasi, solusi basis data, sistem informasi geografis, pengembangan jaringan komputer, piranti lunak komputasi, desain aplikasi web, pengembangan multimedia, keamanan jaringan informasi, dan animasi.

Musik

Industri Kreatif kelompok Musik adalah kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi/komposisi, pertunjukan, reproduksi, dan distribusi dari rekaman suara.

Lapangan usaha yang merupakan bagian dari kelompok industri musik mencakup penerbitan dalam media rekaman yang mencakup usaha perekaman suara di piringan hitam, pita kaset, compact disk (CD) dan sejenisnya; reproduksi media rekaman yang mencakup usaha reproduksi (rekaman ulang), audio, dan komputer dari master copy, rekaman ulang floppy, hard disk, dan compact disk.

Pasar dan Barang Seni

Industri Kreatif Kelompok Pasar dan Barang Seni adalah kegiatan kreatif yang berkaitan dengan perdagangan barang-barang asli, unik dan langka serta memiliki nilai estetika seni yang tinggi melalui lelang, galeri, toko, pasar swalayan, dan internet, meliputi: barang-barang musik, percetakan, kerajinan, automobile, dan film.

Lapangan usaha yang merupakan bagian dari kelompok industri Pasar Seni dan barang antik yaitu:

  1. Perdagangan Besar Barang-Barang Antik;
  2. Perdagangan Eceran Barang Antik yang mencakup mencakup usaha perdagangan eceran barang-barang antik, seperti: guci bekas, bokor bekas, lampu gantung bekas dan meja/kursi marmer bekas, furnitur antik, mobil antik, dan motor antik.
  3. Perdagangan Eceran Kaki Lima Barang Antik yang mencakup usaha perdagangan eceran barang-barang antik yang dilakukan di pinggir jalan umum, serambi muka (emper), toko, atau tempat tetap di pasar yang dapat dipindah-pindah atau didorong, seperti: guci bekas, bokor bekas, lampu gantung bekas, meja/ kursi marmer bekas, dan furniture antik.
  4. Jasa Galeri dan Rumah Lelang untuk Barang Seni dan Barang Antik, baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun pihak swasta.

Penerbitan dan Percetakan

Industri Kreatif kelompok Penerbitan dan Percetakan meliputi kegiatan kreatif yang terkait dengan penulisan konten dan penerbitan buku, jurnal, koran, majalah, tabloid, dan konten digital serta kegiatan kantor berita.

Lapangan usaha yang merupakan bagian dari kelompok industri penerbitan dan percetakan yaitu:

  1. Penerbitan Buku, Buku Pelajaran, Atlas atau Peta, Brosur, Pamflet, Buku Musik, dan Publikasi Lainnya yang mencakup usaha penerbitan buku, buku pelajaran, atlas, brosur, pamflet, buku musik, dan publikasi lainnya;
  2. Penerbitan Surat Kabar, Jurnal, Tabloid, Majalah, Penerbitan Surat Kabar, Jurnal, Tabloid, Majalah Umum dan Teknis, Komik dan Sebagainya, mencakup usaha penerbitan surat kabar, jurnal, majalah umum dan teknis, komik, dan sebagainya;
  3. Industri Penerbitan Khusus yang mencakup industri penerbitan perangko, materai, uang kertas, blanko cek, giro, surat andil, obligasi surat saham, surat berharga lainnya, paspot, tiket pesawat terbang, dan terbitan khusus lainnya;
  4. Industri Penerbitan Lainnya yang mencakup usaha penerbitan foto-foto, grafir (engraving) dan kartu pos, formulir, poster, reproduksi, percetakan lukisan, dan barang cetakan lainnya. Industri ini termasuk pula rekaman mikro film;
  5. Industri Percetakan yang mencakup kegiatan pelayanan jasa percetakan surat kabar, majalah, jurnal, buku, pamplet, peta atau atlas, poster dan lainnya. Termasuk pula mencetak ulang melalui komputer, mesin stensil, dan sejenisnya, misal: kegiatan fotokopi atau thermocopy;
  6. Industri Jasa Penunjang Percetakan yang mencakup usaha penjilidan buku. Produksi composed type, plates, atau cylinders, penjilidan buku. Produksi batu lithografic untuk digunakan dalam kegiatan percetakan di unit lain;
  7. Perdagangan Eceran Hasil Percetakan, Penerbitan dan Perangkat Lunak (Software) yang mencakup usaha perdagangan eceran khusus hasil percetakan, pnerbitan dan perangkat lunak, seperti : faktur, nota, kuitansi, kartu nama, etiket, amplop, agenda,address book, kartu ucapan, kartu pos, perangko, materai, album, buku tulis, buku gambar, kertas bergaris, kertas grafik, atlas, huruf Braille, surat kabar, majalah, buletin, kamus, buku ilmu pengetahuan, buku bergambar, dan bermacam-macam software, termasuk pula jasa penjualan kartu perdana telepon selular;
  8. Kegiatan Kantor Berita oleh Pemerintah yang mencakup kegiatan pemerintah dalam usaha mencari, mengumpulkan, mengolah dan sekaligus mempublikasikan berita melalui media cetak elektronik, dengan tujuan menyampaikannya kepada masyarakat sebagai informasi, seperti: kantor berita acara;
  9. Kegiatan Kantor Berita oleh Swasta yang mencakup usaha mengumpulkan dan menyebarluaskan berita melalui media cetak maupun elektronik dengan tujuan menyampaikannya kepada masyarakat sebagi informasi yang dikelola oleh swasta;
  10. Pencari Berita (Freelance) yang mencakup usaha mencari berita yang dilakukan oleh perorangan sebagai bahan informasi.

Periklanan

Industri Kreatif kelompok Periklanan adalah kegiatan kreatif yang berkaitan jasa periklanan (komunikasi satu arah dengan menggunakan medium tertentu), yang meliput proses kreasi, produksi dan distribusi dari iklan yang dihasilkan, misalnya: riset pasar, perencanaan komunikasi iklan, iklan luar ruang, produksi material iklan, promosi, kampanye relasi publik, tampilan iklan di media cetak (surat kabar, majalah) dan elektronik (televisi dan radio), pemasangan berbagai poster dan gambar, penyebaran selebaran, pamflet, edaran, brosur dan reklame sejenis, distribusi dan delivery advertising materials atau sampel, serta penyewaan kolom untuk iklan.

Lapangan usaha yang merupakan bagian dari kelompok industri periklanan mencakup usaha jasa periklanan melalui majalah, surat kabar, radio dan televisi, pembuatan dan pemasangan berbagai jenis poster dan gambar, penyebaran selebaran, pamflet, edaran, brosur, dan macam-macam reklame sejenis. Termasuk juga distribusi dan delivery advertising materials atau sampel, juga penyewaan kolom untuk iklan.

Permainan Interaktif

Industri Kreatif kelompok Permainan Interaktif adalah kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi, dan distribusi permainan komputer dan video yang bersifat hiburan, ketangkasan, dan edukasi. Kelompok permainan interaktif bukan didominasi sebagai hiburan semata-mata tetapi juga sebagai alat bantu pembelajaran atau edukasi.

Riset dan Pengembangan

Industri Kreatif kelompok Riset dan Pengembangan meliputi kegiatan kreatif yang terkait dengan usaha inovatif yang menawarkan penemuan ilmu dan teknologi dan penerapan ilmu dan pengetahuan tersebut untuk perbaikan produk dan kreasi produk baru, proses baru, material baru, alat baru, metode baru, dan teknologi baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar.

Kegiatan utama kelompok industri riset dan pengembangan termasuk:

  1. Usaha Penelitian dan Pengembangan yang Dilakukan Secara Sistematis Diselenggarakan oleh Swasta Berkaitan dengan Teknologi dan Rekayasa;
  2. Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Sosial yang mencakup usaha penelitian dan pengembangan yang dilakukan secara sistematis, diselenggarakan oleh swasta, berkaitan dengan ilmu sosial, seperti penelitian dan pengembangan ekonomi, psikologi, sosiologi, ilmu hukum dan lainnya;
  3. Penelitian dan Pengembangan Humaniora yang mencakup usaha penelitian dan pengembangan yang dilakukan secara teratur yang diselenggarakan oleh swasta berkaitan dengan humaniora seperti penelitian dan pengembangan bahasa, sastra, dan seni;
  4. Jasa Konsultasi Bisnis dan Manajemen yang mencakup usaha pemberian saran dan bantuan operasional pada dunia bisnis, seperti konsultansi pada bidang hubungan masyarakat dan berbagai fungsi manajemen, konsultasi manajemen oleh agronomis, dan agrikultural ekonomis pada bidang pertanian dan sejenisnya.

Penggerak kelompok ini adalah pemerintah yang merilis kebijakan nasional ilmu, pengetahuan, dan teknologi. Kebijakan Strategis Pembangunan Nasional Iptek berfokus pada pembangunan ketahanan pangan, penciptaan dan pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan, pengembangan teknologi dan manajemen transportasi, teknologi informasi dan komunikasi, teknologi pertahanan, dan teknologi kesehatan dan obat-obatan.

Seni Pertunjukan

Industri Kreatif kelompok Seni Pertunjukan meliputi kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha yang berkaitan dengan pengembangan konten, produksi pertunjukan, pertunjukan balet, tarian tradisional, tarian kontemporer, drama, musik-tradisional, musik-teater, opera, termasuk tur musik etnik, desain dan pembuatan busana pertunjukan, tata panggung, dan tata pencahayaan.

Lapangan usaha yang merupakan bagian dari kelompok industri seni pertunjukan yaitu:

  1. Jasa Konvensi, Pameran, dan Perjalanan Insentif yang mencakup usaha dengan kegiatan memberi jasa pelyanan bagi suatu pertemuan sekelompok orang (negarawan, usahawan, cendekiawan, dan sebagainya). Termasuk juga dalam kelompok ini usaha jasa yang merencanakan, menyusun dan menyelenggarakan program perjalanan insentif dan usaha jasa yang melakukan perencanaan dan penyelenggaraan pameran;
  2. Impresariat yang mencakup kegiatan pengurusan dan penyelenggaraan pertunjukan hiburan baik yang berupa mendatangkan, mengirim, maupun mengembalikan serta menentukan tempat, waktu, dan jenis hiburan. Kegiatan usaha jasa impresariat ini meliputi bidang seni dan olah raga;
  3. Kegiatan Drama, Musik, dan Hiburan Lainnya oleh Pemerintah yang mencakup kegiatan pemerintah dalam usaha menyelenggarakan hiburan baik melalui siaran radio, dan televisi, maupun tidak, seperti: drama seri, pagelaran musik, dengan tujuan sebagai media hiburan;
  4. Kegiatan Drama, Musik, dan Hiburan Lainnya oleh Swasta yang mencakup usaha pertunjukan kesenian dan hiburan panggung yang dikelola oleh swasta seperti: opera, sandiwara, perkumpulan kesenian daerah, juga usaha jasa hiburan seperti: band, orkestra, dan sejenisnya. Termasuk kegiatan novelis, penulis cerita dan pengarang lainnya, aktor, penyanyi, penari sandiwara, penari dan seniman panggung lainnya yang sejenis. Termasuk juga usaha kegiatan produser radio, televisi, dan film, penceramah, pelukis, kartunis, dan pemahat patung;
  5. Jasa Penunjang Hiburan yang mencakup usaha jasa penunjang hiburan seperti : jasa juru kamera, juru lampu, juru rias, penata musik, dan js peraltan lainnya sebagai penunjang seni panggung. Termasuk juga agen penjualan karcis/tiket pertunjukan seni dan hiburan;
  6. Kegiatan Hiburan Lainnya yang mencakup kegiatan dalam menyelenggarakan hiburan kepada masyarakat, oleh pemerintah atau swasta.

Televisi dan Radio

Industri Kreatif kelompok Televisi dan Radio meliputi kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha kreasi, produksi dan pengemasan, penyiaran, dan transmisi televisi dan radio.

Lapangan usaha yang merupakan bagian dari kelompok industri televisi dan radio yaitu:

  1. Telekomunikasi Khusus untuk Penyiaran yang mencakup usaha penyelenggaraan telekomunikasi yang khusus digunakan untuk keperluan penyiaran, ciri-cirinya: bersifat memancar satu arah dan terus menerus; diterima langsung oleh penerima, bersifat tetap dan bergerak; menampilkan gambar dan atau suara; dan peruntukan siarannya untuk masyarakat luas.Biasanya penyelenggara menyewa jaringan sebagai sarana transmisi untuk keperluan penyiaran dari penyelenggaraan jaringan telekomunikasi lain, tidak termasuk penyelenggaraan telekomunikasi khusus untuk keperluan penyiaran;
  2. Kegiatan Radio dan Televisi oleh Pemerintah yang mencakup kegiatan pemerintah dalam usaha penyelenggaraan siaran radio dan televisi, termasuk juga stasiun relay (pemancar kembali) siaran radio dan televisi;
  3. Kegiatan Radio dan Televisi oleh Swasta yang mencakup kegiatan dalam usaha penyelenggaraan siaran radio dan televisi yang dikelola oleh swasta.

Sumber: indonesiakreatif.net

Mengenal Industri Kreatif

May 30, 2012   //   by bepe   //   Blog, kata Indonesia  //  No Comments

Sejarah Industri Kreatif

Pada awal 1990, kota-kota di Inggris mengalami penurunan produktivitas dikarenakan beralihnya pusat-pusat industri dan manufaktur ke negara-negara berkembangyang menawarkan bahan baku, harga produksi dan jasa yang lebih murah. Menanggapi kondisi perekonomian yang terpuruk, calon perdana menteri Tony Blair dan New Labour Party menawarkan agenda pemerintahan yang bertujuan untuk memperbaiki moral dan kualitas hidup warga Inggris dan memastikan kepemimpinan Inggris dalam kompetisi dunia di milenium baru, salah satunya dengan mendirikan National Endowment for Science and the Art (NESTA) yang bertujuan untuk mendanai pengembangan bakat-bakat muda di Inggris.

Setelah menang dalam pemilihan umum 1997, Tony Blair sebagai Perdana Menteri Inggris melalui Department of Culture, Media and Sports (DCMS) membentuk Creative Industries Task Force yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kontribusi industri kreatif terhadap perekonomian Inggris. Pada tahun 1998, DCMS mempublikasikan hasil pemetaan industri kreatif Inggris yang pertama, dimana industri kreatif didefinisikan sebagai: “those industries which have their origin in individual creativity, skill and talent, and which have a potential for wealth and job creation through the generation and exploitation of intellectual property and content”. Definisi DCMS ini selanjutnya banyak diadopsi oleh negara-negara lain, termasuk Indonesia.

Pendekatan Pendefinisian Definisi Industri Kreatif

Menurut Stuart Cunningham-Direktur Pusat Penelitian dan Aplikasi Industri Kreatif, Queensland University of Technology-2003, beberapa pendekatan dalam pendefinisian industri kreatif antara lain adalah:

Kriteria/ Pendekatan Creative Industries Copyright Industries Content Industries Cultural Industries Digital Content
Definisi Dikarakterisasi kan sebagian besar lewat input tenaga kerjanya, yaitu individu kreatif Didefinisikan lewat aset dan output industri Didefinisikan pada fokus produksi industri Didefinisikan pada pembiayaan dan fungsi kebijakan publik Didefinisikan lewat kombinasi teknologi dan fokus produksi industri
Kelompok Advertising, Architecture, Design, Interactive, Software, Film & TV, Music, Publishing, Performing Arts Commercial Art, Creative Arts, Film & Video, Music, Publishing, Recorded Media, Data Processing, Software Pre-recorded music, Recorded, Music Retailing, Broadcasting & Film, Software, Multimedia Services Museums & Galleries, Visual arts & crafts, Arts Education, Broadcasting & Film, Music, Performing Arts, Literature, Libraries Commercial Art, Film & Video, Photography, Electronic Games, Recorded Media, Sound Recording, Information, Storage & Retrieval
Keterbatasan Adanya kesulitan dlm pencarian data dan pengukuran dampak ekonomi Memerlukan klasifikasi industri yang sesuai Ruang lingkup sangat terbatas Ruang lingkup sangat luas, berbeda-beda untuk tiap negara Ruang lingkup sangat terbatas masih perlu dieksplor lebih lanjut

Sumber: Cutler & Co/CIRAC, 2003

Di Indonesia sendiri, Industri kreatif didefinisikan sebagai industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.

Sumber:  indonesiakreatif.net

Mengapa Ekonomi Kreatif ?

May 30, 2012   //   by bepe   //   Blog, kata Indonesia  //  No Comments

Secara umum, sejarah perkembangan peradaban ekonomi dapat dibedakan menjadi empat jaman: (1) Jaman Pertanian; (2) Jaman Industri; (3) Jaman Informasi; (4) Jaman Konseptual. Kita telah melewati jaman pertanian, jaman industri dan jaman informasi. Peradaban ekonomi sekarang ini masuk pada jaman konseptual dimana pada jaman ini yang dibutuhkan adalah para kreator dan empathizer. Kemampuan untuk mewujudkan kreativitas yang diramu dengan sense atau nilai seni, teknologi, pengetahuan dan budaya menjadi modal dasar untuk menghadapi persaingan ekonomi, sehingga muncullah ekonomi kreatif sebagai alternatif pembangunan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Alasan mengapa Indonesia perlu mengembangkan ekonomi kreatif antara lain karena ekonomi kreatif berpotensi besar dalam: Memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan; Menciptakan Iklim bisnis yang positif; Membangun citra dan identitas bangsa; Mengembangkan ekonomi berbasis kepada sumber daya yang terbarukan; Menciptakan inovasi dan kreativitas yang merupakan keunggulan kompetitif suatu bangsa; Memberikan dampak sosial yang positif.


sumber: indonesiakreatif.net

Definisi Ekonomi Kreatif

May 30, 2012   //   by bepe   //   Blog, kata Indonesia  //  No Comments

Definisi Ekonomi Kreatif dan Industri Kreatif :

Era globalisasi dan konektivitas mengubah cara bertukar informasi, berdagang, dan konsumsi dari produk-produk budaya dan teknologi dari berbagai tempat di dunia. Dunia menjadi tempat yang sangat dinamis dan kompleks sehingga kreativitas dan pengetahuan menjadi suatu aset yang tak ternilai dalam kompetisi dan pengembangan ekonomi. Kemunculan konsep ekonomi kreatif di era globalisasi telah menarik minat berbagai negara untuk menggunakan konsep ini sebagai model pengembangan ekonomi.

Istilah “Ekonomi Kreatif” mulai dikenal secara global sejak munculnya buku “The Creative Economy:
How People Make Money from Ideas” yang ditulis oleh John Howkins pada tahun 2001. Howkins secara ringkas mendefinisikan ekonomi kreatif sebagai:

“The creation of value as a result of idea”

Potensi ekonomi kreatif dilihat oleh United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) yang kemudian melakukan studi pada tahun 2008 mengenai perkembangan ekonomi kreatif di dunia. Definisi umum ekonomi kreatif menurut UNCTAD adalah:

“A concept of strengthening economic development and growth by using creative assets”

Di Indonesia, Kementerian Perdagangan pada tahun 2009 mendefinisikan ekonomi kreatif sebagai berikut:

“Era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan stock of knowledge dari sumber daya manusianya sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya”

Ekonomi kreatif sering dilihat sebagai sebuah konsep yang memayungi konsep lain yang juga menjadi populer di awal abad ke-21 ini, yaitu Industri Kreatif. Industri kreatif sendiri sebenarnya merupakan sebuah konsep yang telah muncul lebih dahulu daripada ekonomi kreatif. Tercatat istilah “industri kreatif” sudah muncul pada tahun 1994 dalam Laporan “Creative Nation” yang dikeluarkan Australia. Namun istilah ini benar-benar mulai terangkat pada tahun 1997 ketika Department of Culture, Media, and Sport (DCMS) United Kingdom mendirikan Creative Industries Task Force. Definisi industri kreatif menurut DCMS Creative Industries Task Force (1998):

“Creative Industries as those industries which have their origin in individual creativity, skill & talent, and which have a potential for wealth and job creation through the generation and exploitation of intellectual property and content”

Definisi DCMS inilah yang menjadi acuan definisi industri kreatif di Indonesia seperti yang tertulis dalam Buku Rencana Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2009-2015 yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan (2008) sebagai berikut:

“Industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, ketrampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut “

Dapat disimpulkan bahwa ekonomi kreatif dalam hubungannya dengan industri kreatif adalah kegiatan ekonomi yang mencakup industri dengan kreativitas sumber daya manusia sebagai aset utama untuk menciptakan nilai tambah ekonomi.

Sumber: Indonesiakreatif.net